Open link new tab ya :)
http://dannimoring.net/baca/load-data-dari-database-ke-select-option-select-chained
Minggu, 25 September 2016
Rabu, 01 Juni 2016
Platform dan Sistem Operasi
Platform adalah unsur yang penting dalam pengembangan software. Platform mungkin dapat
didefinisikan secara sederhana sebagai tempat untuk menjalankan software. Pada platform
terdapat pengembangan software dan serangkaian kode logika yang akan berjalan secara
konsisten sepanjang platform ini berjalan di atas platform yang lainnya. Kode logika ini
mencakup bytecode, kode sumber, dan kode mesin. Dengan demikian, pelaksanaan program
tidak dibatasi oleh jenis sistemoperasi yang tersedia.
Secara umum, semua platform dapat dibagi menjadi dua jenis.
Pertama adalah yang berdasarkan Hardware+Software, misalnya pada banyak sistem operasi.
Yang kedua adalah berdasarkan Software, contohnya platform seperti .NET atau JAVA platform.
Contoh Implementasi platform : Aplikasi GIS pada platform android
didefinisikan secara sederhana sebagai tempat untuk menjalankan software. Pada platform
terdapat pengembangan software dan serangkaian kode logika yang akan berjalan secara
konsisten sepanjang platform ini berjalan di atas platform yang lainnya. Kode logika ini
mencakup bytecode, kode sumber, dan kode mesin. Dengan demikian, pelaksanaan program
tidak dibatasi oleh jenis sistemoperasi yang tersedia.
Secara umum, semua platform dapat dibagi menjadi dua jenis.
Pertama adalah yang berdasarkan Hardware+Software, misalnya pada banyak sistem operasi.
Yang kedua adalah berdasarkan Software, contohnya platform seperti .NET atau JAVA platform.
Contoh Implementasi platform : Aplikasi GIS pada platform android
Minggu, 17 Januari 2016
Tugas kuliah jarkom
IV. Tugas Pendahuluan
1. Gambar diagram penampang kabel straight kabel dan cross kabel
Jawab:
2. Jelaskan pembagian kelas address di dalam TCP/IP
Jawab:
Ada 5 kelas yaitu:
Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.
Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk di gimna jam
3. Apa yang dimaksud dengan Network Address, Broadcast Address dan Netmask, jelaskan
secara singkat.
Jawab :
IP Network
Segmen jaringan, dengan kata lain bisa disebut juga sebagai pengelompokan suatu jaringan dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router. Dalam satu jaringan LAN maka IP Network tentu akan sama.
Gateway
Sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan komputer lain yang protokolnya berbeda.
IP Address
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Subnet Mask
Digunakan untuk membedakan Network ID dengan host ID.Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
Untuk Subnet mask yang di kustomisasi/di set secara manual maka terdapat aturan yang disebut dengan subnetting. Apa itu subnetting? pengertian singkatnya ialah, menentukan nilai subnet mask sesuai dengan jumlah host ID yang kita butuhkan.
IP Broadcast
Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.
4. Apakah kegunaan perintah dmesg dan grep di linux dan bagaimana sintax secara
lengkapnya di linux
Jawab :
dmesg
Mencetak pesan-pesan pada waktu proses boot.(menampilkan file: /var/log/dmesg).
grep
Perintah grep digunakan untuk men-filter masukan dan menampilkan dalam bentuk baris-baris yang sesuai dengan pola yang anda inginkan. Contoh :
# ps ax |grep wvdial
5. Apa kegunaan perintah ifconfig di linux dan bagaiman sintaxnya secara lengkap
Jawab :
Fungsi ifconfig : Menampilkan konfigurasi pada interface jaringan tertentu
Syntaxnya : #ifconfig eth0 up
6. Apa kegunaan perintah ping di linux dan bagaimana sintaxnya secara lengkap
V. Percobaan
1. Dengan memakai peralatan yang ada buatlah kabel UTP dengan bentuk penampang
straight cable dan cross cable, selanjutnya lakukan pengetesan koneksi terhadap kabel
yang anda buat
2. Hubungkan peralatan hub/switch, kabel dan CPU sehingga membentuk suatu jaringan
STAR.
3. Untuk sebagian yang lain hubungkan 2 komputer dengan memakai topologi Peer To
Peer
4. Lakukan setting jaringan di bawah ini.
a. Masuklah ke sistem komputer yang memiliki sistem operasi Linux
b. Login sebagai root
c. Buka terminal dengan mengklik pada Start Menu -> System Tools -> terminal
d. Ceklah ethernet card yang ada pada komputer anda dengan megetikkan perintah
[root@WSC204-11 root]# dmesg | grep eth
Analisa hasilnya.
Command ‘mmseg’ from package ‘sunpinyin-utils’ (main)
Command ‘dmseg; from package ‘util-linux’ (main)
dmseg: Command not found
e. Lakukan konfigurasi jaringan secara manual dengan menggunakan perintah ifconfig
[root@WSC204-11 root]# ifconfig eth0 10.252.105.111 netmask 255.255.255.0 up
f. Setelah melakukan konfigurasi untuk melihat hasilnya ketikkan perintah di bawah
dan lihat pesan yang keluar
[root@WSC204-11 root]# ifconfig
Analisa hasilnya
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 08:00:27:bb:6c:04
inet addr:10:252:105:111 Bcast:10.255.105.255 Mask:255.255.255.0
inet6 addr:fe80::a00:27ff:febb:6c04/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carries:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 B) TX bytes:468 (468.0 B)
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carries:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:0 (0.0 B) TX bytes:0 (0.0 B)
5. Selanjutnya lakukan tes konektifitas dengan menggunakan perintah ping no_address
dengan komputer lain yang berada pada 1 jaringan.
Untuk menghentikan tekan Ctrl + C dan Analisa Hasilnya.
Analisa hasilnya.
10
6. Lakukan lagi cek koneksifitas tetapi kali ini lakukan dengan komputer lain yang berbeda
subnet
Apa maksud pesan yang timbul ?
Untuk menghentikan tekan Ctrl + C dan Analisa Hasilnya.
7. Tambahkan informasi gateway dengan mengetikkan perintah di bawah ini
[root@WSC204-11 root]# route add default gw 10.252.105.1
8. Lakukan lagi cek koneksifitas tetapi kali ini lakukan dengan komputer lain yang berbeda
subnet
Untuk menghentikan tekan Ctrl + C dan Analisa Hasilnya.
Bagaimana hasilnya ?
9. Lakukan pengubahan konfigurasi jaringan secara permanen dengan menggunakan
perintah netconfig
[root@WSC204-25 root]# netconfig
mengubah setting jaringan secara permanen dengan menngunakan netconfig
maka akan ditanyakan
Apakah Anda benar ingin mengubah setting jaringan?
Jika ya, maka isikan :
IP Address : 10.252.105.111
Netmask : 255.255.255.0
Gateway : 10.252.105.1
Primary name server : 202.154.59.178
Setelah selesai mengisi pilih OK
10. File – file yang diupdate pada waktu pengubahan konfigurasi jaringan secara permanen
adalah
etc/sysconfig/networking/devices/ifcfg-eth0
etc/sysconfig/networking/profiles/default/ifcfg-eth0
etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
*File yang diupdate IP Address, Netmask dan Gateway
11. Hasil konfigurasi jaringan secara permanen tidak dapat dilihat secara langsung tetapi
harus diadakan restart terlebih dahulu
[root@WSC204-11 root]# service network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]
12. Melihat konfigurasi jaringan hasil dari pengubahan secara permanen
[root@WSC204-11 root]# ifconfig
VI. Laporan Resmi
1. Tulis hasil percobaan dan analisa hasilnya.
Langganan:
Postingan (Atom)